Perbandingan: Notion vs Obsidian vs Evernote
Ketiga aplikasi ini adalah pemimpin di kategori note-taking dan productivity. masing-masing punya pendekatan berbeda — tidak ada yang “terbaik” untuk semua orang.
Sekilas Tentang Ketiga Aplikasi
| App | Model | Target User |
|---|---|---|
| Notion | SaaS (cloud-first) | Team, project management |
| Obsidian | Local-first + plugin | Writer, researcher, developer |
| Evernote | Cloud + sync | Profesional, business |
Tabel Perbandingan Fitur
| Fitur | Notion | Obsidian | Evernote |
|---|---|---|---|
| Harga | Free tier + Rp 90rb/bln (Pro) | Free (plugin berbayar) | Free + Rp 69rb/bln (Premium) |
| Storage | Unlimited (plan зависит) | Unlimited (local) | 2GB free |
| Offline | Terbatas | Penuh | Terbatas |
| Sync | Cloud | Local + optional sync | Cloud |
| Markdown | Parsial | Penuh | Parsial |
| API/Automation | ✅ | ⚠️ Plugin | ⚠️ |
| Mobile | ✅ | ✅ | ✅ |
| Team collab | ✅ | ⚠️ Paid plugin | ✅ Business |
Detail Masing-Masing
Notion
Harga: Free untuk personal, Rp 90.000/bulan untuk Pro
Notion adalah all-in-one workspace — bukan sekadar notes, tapi bisa untuk database, kanban, wiki, dan project management. UI-nya bersih, drag-and-drop, dan sangat versatile.
Kelebihan:
- Template丰富 (kanban, calendar, table, list)
- Team collaboration real-time
- Web clipper untuk save article dari browser
- Integrasi luas (Google Drive, Slack, dll)
Kekurangan:
- Offline mode terbatas — butuh internet untuk banyak fitur
- Semua data di cloud — privacy concern untuk sebagian orang
- Mulai kompleks untuk yang cuma butuh simple notes
Cocok untuk: Tim yang butuh collaboration, project management, dan knowledge base dalam satu platform.
Obsidian
Harga: Free (app core), plugin berbayar mulai $2-10/bln
Obsidian adalah local-first notes berbasis Markdown. Data kamu tersimpan di local sebagai file .md — sepenuhnya milik kamu. Plugin ecosystem-nya sangat aktif.
Kelebihan:
- 100% data ownership — file di lokal, bisa backup manual
- Markdown penuh — cocok untuk writer/developer
- Plugin 1000+ — customisasi hampir tidak terbatas
- Graph view — visualize hubungan antar note
- Gratis untuk personal use
Kekurangan:
- Sync berbayar ($8-10/bln) — atau gunakan layanan sync pihak ketiga
- Team collaboration butuh setup ekstra —learning curve untuk yang tidak terbiasa Markdown
- Mobile app lebih sederhana dari desktop
Cocok untuk: Writer, researcher, developer, atau siapa pun yang mau full control atas data dan butuh markdown workflow.
Evernote
Harga: Free (limited), Premium Rp 69.000/bulan
Evernote adalah pionir note-taking apps. Fokus pada capture — web clip, document scan, voice note — semua bisa disimpan dan diorganisir.
Kelebihan:
- Web clipper terbaik — simpan entire page atau bagian tertentu
- Document scanning (OCR) — scan nota, kartu nama
- Search sangat kuat — bisa cari text dalam gambar
- Offline access di premium
Kekurangan:
- Pricing cukup tinggi untuk fitur yang ditawarkan
- UI terasa outdated dibanding kompetitor
- Export data tidak semudah Obsidian
- Format proprietary — lock-in ke ekosistem Evernote
Cocok untuk: Profesional yang butuh robust clipping dan search, tidak masalah dengan cloud-only.
Rekomendasi Berdasar Kebutuhan
| Kebutuhan | Rekomendasi | Alasan |
|---|---|---|
| Team collaboration | Notion | Real-time, template lengkap,integrasi |
| Solo writer/researcher | Obsidian | Markdown penuh, plugin ecosystem, data ownership |
| Web clip & search | Evernote | Web clipper terbaik, OCR search |
| Budget minimal | Obsidian | Core app gratis, local storage unlimited |
| Project management | Notion | Kanban, database, calendar integrated |
| Privacy sensitive | Obsidian | Local-first, tidak ada lock-in |
| Business with scan | Evernote | OCR, document management |
Pertimbangan Tambahan
Sync & Storage
- Obsidian — local unlimited, sync berbayar atau DIY
- Notion — cloud unlimited (plan tertentu)
- Evernote — cloud 2GB free, premium unlimited
Export & Portability
- Obsidian — export jadi folder .md, bisa migrates kemana saja
- Notion — export ke Markdown, CSV, HTML
- Evernote — export terbatas, format proprietary
Mobile Experience
- Ketiganya punya app mobile yang usable
- Notion dan Everture lebih polished untuk mobile
- Obsidian mobile lebih simple
Kesimpulan
Tidak ada satu app yang “terbaik” untuk semua. Pilih berdasarkan workflow dan priorities:
- Notion jika kamu butuh collaboration dan versatile workspace
- Obsidian jika kamu prioritaskan data ownership dan Markdown workflow
- Evernote jika clipping dan search adalah kebutuhan utama
试 dulu versi free-nya sebelum commit — semua punya generous free tier.
Disclosure: Link di atas mungkin link affiliate. Kami earn commissions tanpa extra cost untuk Anda.